Langsung ke konten utama

Postingan

Untitled 2

Kau seperti penyakit yang membunuhku perlahan. Pelan-pelan tapi pasti habis jiwa ragaku kau makan. Anehnya, walaupun tahu aku tak akan bersisa nantinya, aku tetap diam. Aku bahkan memberimu jalan melakukannya. Terus dan terus. Segala darimu, bahkan kesakitan pun, aku menikmatinya.

Maafku kepadamu

kepada seorang laki-laki yang pernah hadir di hari-hari saya beberapa bulan yang lalu. kita memulai semuanya dengan baik, maka beginilah caraku mengakhiri semuanya. dengan baik-baik pula. semua yang diawali memang harus diakhiri. pertama, aku berterima kasih kepadamu. untuk waktu dan semua kebaikan yang kamu sempatkan untukku. umtuk semua hal yang kamu lakukan untukku. untuk semua bahagia yang kamu usahakan untukku. Aku bahagia mengenalmu. sosok yang baik, hangat dan sangat peduli. sosok yang selalu ada disetiap saat. bahkan kamu mau menunggu kapan waktu kosongku. kamu memastikan semua hal yang terjadi padaku adalah hal baik, bahkan dari jarak jauhpun kamu tetap mempedulikan semuanya. Kamu laki-laki baik, sangat baik. tidak seharusnya untuk perempuan kotor seperti saya. seharusnya kamu dipertemukan dengan perempuan yang baik pula. tapi sekarang saya mengerti apa alasan Tuhan mengizinkan pertemuan kita. agar kamu dapat melihat perempuanmu kelak sebagai perempuan yang sangat baik, karena...

Satu Rindu :')

Hujan kau ingatkan aku,  Tentang satu rindu,  Dimasa yang lalu,  Saat mimpi masih indah bersamamu.. Terbayang satu wajah,  Penuh cinta penuh kasih,  Terbayang satu wajah.. Penuh dengan kehangatan.. Kau ibu.. Oh ibu.. Allah izinkanlah aku, Bahagiakan dia. Meski dia telah jauh..  Biarkanlah aku  Berarti untuk dirinya .. oh ibu oh ibu.. kau ibu.. Terbayang satu wajah  Penuh cinta penuh kasih  Terbayang satu wajah  Penuh dengan kehangatan .. Kau ibu.. Terbayang satu wajah,  Penuh cinta penuh kasih,  Terbayang satu wajah  Penuh dengan kehangatan..  Kau ibu.. oh ibu kau.. ibu  oh ibu oh ibu Hujan kau ingatkan aku,  Tentang satu rindu,  Dimasa yang lalu  Saat mimpi masih indah bersamamu .. Kau ibu kau ibu kau ibu.. # lagu ini jadi inspirasi malam ini, jauh dikota perantauan, hujan, dan rasa kehilangan yang teramat sangat .. mah, mamah lagi apa? aku rindu ...
Karena gurat luka tak akan pernah hilang, ia membekas di sudut terdalam. Hanya bagaimana aku mengendalikan rasa sakit yang bisa tetiba saja bermunculan.

Duapuluh Juni kesembilanbelas :)

Hai, Nona Kecil Ini duapuluh-Juni ke sembilanbelas Sejenak lupakanlah perihal masalah-masalah nakal yang rupanya ikut merayakan, Berbahagialah untuk hari ini, kembangkan senyum termanismu.     Semoga menjadi wanita sholehah dan bidadari surga yang dicintai Allah     Semoga ibadahnya makin kokoh     Semoga menjadi kebanggaan mamah-kakak dan papah disisi-Nya     Semoga semakin sayang, semakin cinta, sama mamah-kakak dan semua keluarga     Semoga mimpi segera menjadi nyata     Semoga rencana yang tersusun rapi, berhasil dengan rapi juga     Semoga kali ini tidak terjatuh lagi     Semoga air matanya tidak (lagi) terjatuh karena hal yang sama     Semoga semakin tinggi badannya dan rendah hatinya     Semoga bertambah bijaksana     Semoga kesabarannya bertambah dan egoisnya berkurang     Semoga segera ...

mamah :')

mamah.. semua kata entah kenapa menjadi kehilangan fungsi tiap kali aku berusaha mendeskripsikannya. dia begitu istimewa, sosok manusia sempurna yang diberikan Tuhan untukku dan kakak-kakakku.. mamah.. anakmu ini seseorang yang tidak tahu malu. kerap membantah kata-katamu, sering sekali melawan nasihatmu. aku durhaka sekali telah membiarkan bulir-bulir air matamu itu jatuh ke pipimu :( maafkan aku, mah. sungguh maafkan aku :( mamah.. bahkan ketika itu, sebelum mamah pamit untuk pulang ke kampung, dan meninggalkanku dirantau sendirian, mamah yang meminta maaf duluan. aku .. dengan bodohnya hanya bisa diam dan tertawa cengengesan. sebab, jika aku ikut bicara, maka air mataku akan jatuh, aku akan menangis keras sekali, seperti saat menuliskan ini.. mamah.. kenapa mamah yang minta maaf ? mamah tidak pernah salah sekalipun. Ti-dak-per-nah. maafkan aku, mah.. maafkan aku yang seperti ini. maafkan karena aku belum menjadi anak yang mamah harapkan.. maafkan karena aku belum...

untitled 1

ini adalah suatu keadaan dimana aku tak bisa mempertanggung jawabkan perkataanku sendiri.. dimana aku bingung apa sebenarnya yang aku rasakan .. dimana aku tak tahu apa ini salah atau benar. dimana aku ingin orang memahami apa yang aku rasakan, tapi memahami saja percuma bahkan aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.. aku tetap tertawa, tapi entah rasanya sedikit beda. aku ingin menangis, tapi entah menangis untuk apa dan siapa. aku ingin melupakan, tapi entah aku masih enggan tapi membutuhkan. aku ingin membenci, tapi entah aku tak bisa. aku ingin menghilang, namun aku ingin menemukannya lagi. aku, tak tahu harus bagaimana :(