Langsung ke konten utama

Postingan

Pernyataan

Kekasih, sudahkah kau tahu, tentang aku yang kesulitan jatuh cinta dan kesulitan bangun ketika jatuhnya? Dengan ini sudah jelas. Aku selalu bodoh soal cinta. Bertahun-tahun telah kukumpulkan seluruh lebam dan merobek habis restu demi harapan. Harapan yang tampak memesona karena cacatnya.  Harapan yang kubangun sedemikian indah, agar mereka tak turut jatuh sampai patah. Meski sebenarnya aku tahu juga, kepayahan akan membunuh keras kepalaku dengan begitu hebat - seperti yang telah sepasang matamu saksikan selama sekian puluh pekan. Barangkali ini adalah sialku.  Atau mungkin ini hukuman bagiku.  Takdir begitu masa bodoh dengan aku yang menolak dan menyerah pada perasaan cinta. Kini aku akan jatuh lagi.  Bukan pada mereka atau ia. Tapi padamu.  Padamu akan kuhabiskan seluruh cinta.  Padamu akan kuantarkan lelah sampai di rumahnya.  Padamu akan benar-benar kuselesaikan seluruh kekuatan. Maka, Kekasih, belajarlah untuk terbiasa menatap aku, yang bah...

Makhluk Antara

Hidup membawamu berputar-putar.  Sesekali kau dibawa ke langit, menginzinkanmu menyentuh gumpalan awan yang dalam benakmu selembut kapas ternyata tak lebih dari sekedar uap air. Kadang juga tersungkur mencium tanah, merasakan tiap butir hara dan saripati kehidupan, diajak berkenalan dengan zat darimana kita berasal dan kemana kita akan kembali. Tapi tidak jarang juga kau berada di antaranya. Dan aku sedang berada disana sekarang.  Di sebuah fase antara. Jujur saja, fase ini membosankan.  Aku bertransformasi menjadi mayat hidup yang merindukan sebuah ledakan, yang entah akan membawamu mencecap manisnya awan atau menenggelamkanmu ke dasar jurang.  Yang mana saja, asal tidak disini. Tapi ketahuilah, dalam saat yang bersamaan aku adalah seorang pengecut bahkan untuk keluar dari zona nyaman dan menciptakan ledakan.  Aku hanya bisa menggigil dibawah selimut, berharap rotasi hidup akan melewatkan.  Padahal makhluk sekecil semut pun tak pernah luput. ...

Bila aku seorang pemarah

Bila nanti kau ingin mengenal betul siapa aku, kuberitahu satu hal terburuk yang harus kau tahu.  Salah satunya, aku sebenarnya adalah seorang pemarah.  Pemarah yang buruk ketika sedang tidak mood , yang seketika bisa saja mengucapkan kata-kata kasar yang tak berguna -meskipun itu memang sebagai ekspresi kemarahanku, bukan ditujukan untuk siapapun itu, apalagi dirimu. Tahukah, begitu sulit untukku untuk mengendalikan diri bila sedang terbentur buruknya kondisi. Karenanya, janganlah terkejut kalau suatu saat kau melihatku dapat menjadi individu yang berbeda ketika emosi sedang membara.  Seketika, kau harus pandai menempatkan dirimu sendiri ketika suatu kala hal itu benar-benar tiba.  Bila kau tahu aku seorang yang pemarah, maka tolong bantu aku untuk meredakannya.   Bila kau nantinya adalah seseorang yang dipilihkan Tuhan untukku , maka dari sekarang kuajak kau mulai terbiasa dengan tabiat burukku yang temporer ini.  Jadilah air sedingin es ketika ...

Yang harus kamu pahami

Aku adalah apa yang tak akan mudah kaupahami, sebab itu aku mau kau mempelajari aku setiap hari. Ada hari di mana aku susah mengunci mulut dan akan membuat kepalamu pening.  Aku akan bercerita apa saja, sebanyak mauku, tanpa ada jeda.  Cukuplah dengarkan aku dan jangan memintaku berhenti, karena itu akan membuatku sedih. Ada hari di mana aku tak ingin berucap apa-apa.  Aku akan menjawabmu dengan satu atau dua patah kata.  Janganlah cemas, mungkin aku sedang mengalami hari yang buruk saat itu.  Cukuplah peluk aku erat dan jangan banyak bertanya, aku tak suka. Ada hari di mana aku akan mengomel panjang, bahkan untuk alasan kecil.  Aku akan menggerutu dan menyalahkanmu atas banyak hal.  Yang kupinta, janganlah membalasku dengan nada tinggi, tetaplah tenang dan aku akan membaik dengan sendiri. Ada hari di mana tangisku pecah tanpa alasan dan itu akan membuatmu kewalahan.  Tak perlu kau takut dan menganggap aku kehilangan kewarasan....

Jangan Menyalahkan Dirimu

Maaf. Untuk bahagia yang menghujani dadaku setiap kali aku mampu membuatmu tertawa.  Maaf pula untuk setiap degup tak beraturan tiap kali aku mencuri kecup di keningmu saat sedang terlelap. Maaf untuk setiap hal merepotkan yang aku lakukan, yang aku tak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa selain kepadamu. Jika aku mampu menuliskan ceritaku sendiri, lalu memerintahkan hati untuk jatuh cinta kepada orang yang aku pilih sendiri, tentu saja aku tak akan memasukkan namamu dalam hidupku.  Aku akan menulis sebuah cerita yang aku dan kau tidak pernah berjumpa.  Aku tentu akan memerintahkan hati untuk tak melihatmu sama sekali.  Menganggapmu sebagai seorang teman dan tidak menyisakan tempat di hati untuk peduli.  Aku akan menjadikan diriku sendiri sebagai tokoh utama perempuan yang mampu berjalan sendiri, mampu mencintai dirinya sendiri, dan tidak peduli pada luka-luka orang lain. Tapi kau dan aku sama-sama tahu, aku tak mampu menulis cerit...

Karena aku sangat mudah untukmu.

karena aku sangat mudah untukmu. kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian. kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan. kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku. kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa. karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga. semoga aku sangat berarti untukmu.

Bagaimana Bisa?

Bagaimana bisa aku melepas, sedangkan melihat kau dengan yang lain aku belum ikhlas? Bagaimana bisa merelamu pergi, sedangkan segalamu masih saja membayangi? Bagiamana bisa aku katakan aku masa bodoh soal kamu, sedangkan aku masih jadi orang nomor satu yang ingin tau perihal kamu? Bagaimana bisa aku melupa, sedangkan kamu dalam ingatanku masih begitu kentara? Bagaimana bisa aku bilang tak cinta, sedangkan dalam hatiku kamu masih jadi yang mulia raja? Bagaimana aku bisa membohongi rasa, sedangkan padamu Lanang, segala kasih kuberi cuma-cuma? Bagaimana bisa aku pura-pura tak ada rasa, sedangkan semua perhatian aku berikan tanpa perlu kau minta. Bagaimana bisa aku menyembunyikan rindu Lanang, sedangkan padamu sedetik saja kamu berlalu rindu datang menyerbu? Bagiamana bisa aku aku berlari pergi, sedangkan bagiku kamu adalah kaki kiri? Bagaimana bisa aku berhenti menanti, sedangkan datangmu kembali aku yakin sekali? Bagaimana bisa aku katakan tanpamu aku akan tetap ba...