Langsung ke konten utama

If I die tomorrow

Bicarain kematian mana yang nggak menakutkan?
Bayangin di-manrobbuka-in mana yang nenangin?
Udah siap belom ketemu Munkar Nakir?
Mau ketemu Malik atau Ridwan?

Berjika-jika besok udah nggak ada, gak pernah alrait kalo melulu soal surga dan neraka. Agama. 
Apa yang dilakuin di dunia. 
Bakal disiksa atau dimanja disana. 
Mbuh.
Pahalaku belom bergunung-gunung. Jangankan menggunung, bukit aja pun mbuh.
Tapi ini selalu menarik kalo cuma persoalan dunia.

Just imagine , banyak banget yang pengen gue kepo-in dalam status gue yang ceritanya gak lagi bernyawa:

1. Gue meninggal dalam kondisi apa, sakit, tidur, kecelakaan, masih nafas apa nggak?

2. Siapa yang nemuin kalo takdirnya gue meninggal tersembunyi. Haish. Lu meninggal apa petak umpet. Segala pake sembunyi-sembunyi. Jangan-jangan kuburan gue nanti dikasih tanda X juga biar bisa ditemuin sama para perompak? Hm?
 
3. Apa reaksi keluarga, nangis apa nggak, kakak gue gimana setelah gue ga ada. tante gue. Seantero keluarga pokoknya. Adakah?
kepergian gue bikin aktivitas mereka terganggu, atau malah biasa-biasa aja nggak berasa?

4. Yang gue tinggalin bakal jadi pahlawan super macam apa? kan pada berdoa tuh, semoga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Mata laser? Sixsense? Badan lentur? Kecepatan luar biasa? atau badan baja?

5. Siapa yang bakal mandiin gue menuju tidur panjang di kasur alami dari bumi? Mereka sampoin gue pake apa? Gue waktu dimandiin malu gak? Kobe, gak? Gue dipakein alat alat kepentingan badan pribadi gue, nggak? Bedak gue? rata?

6. Ada yang bakal pap gue untuk terakhir kalinya, nggak? Gue dalam versi islami segala lubang idung aja dikapas-in berasa aurat sebadan-badan

7. Hadir pemakaman gue jadi prioritas gak? Siapa aja yang beneran ikhlas? Siapa yang gak bisa nahan air mata? Siapa yang sekedar dateng penggugur 'jir ga enak, gue kenal soalnya'? Siapa yang effort? siapa yang terlunta-lunta gak percaya pada akhirnya gue udah gak ada?

8. Saat di umumin di grup line atau blablabla, pada belasungkawa-nya copas apa nggak?

9. Temen temen gue reaksinya gimana? Mantan? Mantan Gebetan? Pacar? bersyukur? seneng? ketawa? tersungkur? sedih? bernestapa?

10. Kapan waktunya, biar gue bisa siap-siap. Meninggalkan juga rasanya gak menyenangkan kalo posisinya sama-sama pergi untuk menjauhi apa yang diingin-i selalu jadi yang di sisi.

Pernah berdoa, ambil gue duluan. Dibanding daripada gue ngerasain kehilangan. Barusan dalam pengangguran, kepikiran. Sedihnya yang ditinggalkan mungkin bisa jadi sedemikian cambukan. Tapi mereka masih sama-sama, sama manusia lainnya yang bernyawa. Gue? Sendirian? Ngadep tanah? Gak ada wifi? Gelap? Di gerayangin semut? cacing? Apa kabar?
“ Kabar gue baik, tapi sekarang udah sadar. Ditinggalkan pun meninggalkan gak ada yang menyenangkan. Mau sama-sama terus aja, YaAllah, bisa? Boleh, ya?”

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺁﺋِﻘَﺔُ ﺍْﻟﻤـَﻮْﺕِ
“Setiap yang berjiwa akan merasakan mati” -Kata Allah, tegas

Ya udah, apalah dayaku yang hanya selaku manusia biasa, -hambaMu boleh ganti doa? Boleh?

“Permudah jangan dipersulit, jika memang sudah jalannya, beri hamba kekuatan untuk melaluinya penuh dengan keikhlasan. Bimbing hamba selalu. Jangan ditinggalkan. Ditinggalkan sesama manusia aja udah berantakan. Pakabar kalo ditinggal Tuhan?”

Omong-omong, nanti yang megang hp gue siapa, ya? Laptop? Motor? Warisan harta picisan picisan akhir bulan? Yang megang sosmed gue siapa? Gimana kalo dibajak? Apa kabar cucian gue yang menumpuk? Recehan di kantong jaket gue siapa yang nemuin? Kamar gue siapa yang tidurin? Yang mbak gue suruh cici piring siapa? Yang spam dari akun ssaniisa?
Bahkan hal-hal sepele gitu doangan aja gue gak sanggup buat meninggalkan. 

YaAllah, ko dunia buatanmu segini nyaman-nya? Even dalam episod episod drama queen ditinggal mantan gebetan, uts jelek, cuci piring capek, masih selalu ada nikmat yang syukurnya kadang lupa. 
Maaf terlalu meng-underline cobaan-cobaan dan menyampingkan segala kenikmatan. Hambamu ini sadar. Gelehean aja bisa nikmatnya tak terbantahkan. Engkau Maha jagoan. Terimakasih yaAllah!

Dari hambamu yang kalo mendosa suka lupa waktu,
Nisa, habis diskusi sama diri sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Elmahyra

 Dear Elmahyra Hai nak, how's there? Terlalu banyak kata yang pengin mami ceritain ke kamu nak, so here we go. mami akan mulai tulis apa yang selama ini mami pendam di kepala. rasanya sudah penuh dan harus segera di luapkan. I know, mami tau kamu sudah bahagia di surga sama eyang ti dan eyang kung. tapi, mami hanya mau mengenang semua tentang kamu lewat tulisan mami, because you're my beautiful angel. everyone in this world have to know that mami has a very beautiful baby like you my dear. no, mami gak ada nangis lagi kok. because you're already happy there my girl. ~ 25 April 2024 the very first time I know that I'm pregnant! yey ! mami sm papi hari itu seneng banget, after 4 years of waiting, here we come! we're pregnant ! jadi mami sm papi mulai program IVF (bayi tabung) dari January 2024. yah, we're started IVF. kita mulai untuk program di Penang Malaysia, setelah cek pertama I was diagnosed with PCOS then we started everything. dari mulai suntik hormon 1 mi...

Setidaknya sampai nafasku habis

Aku masih ingat bagaimana telapakmu  menepuk-nepuk lembut punggungku setiap malam Aku masih ingat bagaimana rasa cubitanmu saat aku nakal Atau bagaimana caramu mencoba menghapus tangis di pipiku Sebanyak apa pun coklat yang belepotan di wajahku, bagimu aku selalu putri yang paling cantik Sebanyak apa pun doa yang aku pinta, kau akan menukar segala yang kau punya hanya agar aku bahagia Tahukah mah, terus bisa mengingatnya bukanlah pekerjaan yang mudah Aku begitu takut waktu merenggut mereka semua dari ingatanku Aku begitu takut melupakanmu sedikit demi sedikit, karena aku bukan anak yang pandai Karena akan ada banyak hal lain terjadi, dan membuatku mulai kesulitan mengulang bagaimana suaramu terdengar di dalam kepala Aku tahu mah, bahwa tak pernah ada hal yang bisa selamanya ada Atau bisa selamanya terjadi Atau bisa selamanya diingat Tapi aku mau bisa selama mungkin mengingatmu—setidaknya sampai nafasku habis

Tentang Wanita

"Kamu lebih dari aku, aku khawatir" Awalnya sering melihat tulisan ini di timeline, entah itu Instagram atau Line. Sempat berpikir kenapa sih viral banget. Tulisannya kirta-kira seperti ini. Ngga ada tebu yang kedua kepalanya itu manis.  Kalau kamu memilih bersama dengan wanita karir yang bekerja, kamu perlu menerima bahwa ia tidak bisa di rumah membersihkan rumah. Kalau kamu memilih bersama dengan ibu rumah tangga yang menjaga dan merawat rumah, kamu perlu menerima bahwa ia tidak menghasilkan uang. Kalau kamu memilih bersama wanita penurut, kamu harus menerima bahwa ia bergantung padamu dan tidak mandiri. Kalau kamu memilih bersama wanita pemberani, kamu harus menerima bahwa ia keras kepala dan memiliki pemikiran sendiri. Kalau kamu memilih bersama wanita cantik, kamu harus menerima bahwa pengeluaran yang ia keluarkan juga banyak. Kalau kamu memilih bersama dengan wanita hebat, kamu harus menerima bahwa ia keras dan tak terkalahkan. Tidak ada wanita ...