Langsung ke konten utama

Cinta itu dua hati, bukan tiga

 
“Cowok itu di mana-mana sama aja, tukang selingkuh!”

Ketika dengan epic dan innocent nya gue bilang kalimat diatas, malah dapet semburan dari temen yang notabene dia adalah orang sok dukun yang sok ngerti segalanya.

"Well, mungkin kamu aja yang nggak cukup pintar dan mau belajar dari kesalahan, makanya terjerumus di lubang yang sama untuk kedua kalinya."

Seketika gue tersadar dan bego bego-in diri sendiri. let me say~ Yup, Cowok itu ternyata emang beda-beda, sama seperti cewek, mereka juga nggak mau disama-samain atau dibanding-bandingin. Nggak semua cowok suka selingkuh, dan nggak semua cewek cengeng.
 
Oke tulisan barusan nggak nyambung, karena gue cuma pengen aja nulis gitu.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Seperti judulnya, isi tulisan ini adalah soal perselingkuhan. Soal kepercayaan yang dirusak, soal cinta yang disia-siakan, soal kekhawatiran yang menjadi percuma, soal waktu yang terbuang sia-sia, soal hati yang sesak dan terluka, soal isi kepala yang semrawut bagai benang kusut yang acak adut, soal rasa rindu yang digantikan rasa benci, Soal memilih orang yang salah.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Itulah kenapa lambangnya <3, karena cinta itu kurang dari tiga. Itulah kenapa saya meninggalkanmu, sebab saya tak bisa membagimu seujung kuku pun. Ya, saya egois soal memiliki. Saya nggak pernah suka ada “dia” diantara kita.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Itulah kenapa hanya Adam dan Hawa yang diciptakan, bukan Adam dan Hawa dan Kosasih, bukan juga Adam dan Hawa dan Tarmijan. Begitu banyaknya pembenaran untuk mereka, sebanyak kebohongan yang mereka lontarkan setiap kali mencari alasan.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

“Kamu ga bisa ngertiin aku, sementara dia bisa!”
“Kamu cerewet, sementara dia engga!”
“Dia aja mau aku selingkuhin, sementara kamu engga!”

Hey. Bukankah mencintai itu perihal mengisi kekurangan satu sama lain? Bukankah mencintai itu ketika kamu bisa menutup mata akan keburukan masa lalunya? Bukankah mencintai itu perihal beradaptasi dan mentolelir setiap perbedaan yang ada? Entahlah. Rasanya kayak 1 kekurangan menjadi 1000, 1000 kebaikan menjadi 1. Mungkin ia masih mampu mencari sejuta kekurangan pasangannya lagi.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Saya nggak ngerti gimana dia yang lagi selingkuh bisa tega membohongi pasangannya yang mungkin lagi mengkhawatirkan keadaannya. Apa rasanya mencium bibir orang lain ketika satu-satunya yang pasanganmu cium adalah aroma pewangi ruangan? Apa rasanya memeluk tubuh orang lain ketika tubuh pasanganmu hanya memeluk guling? Apa rasanya meniduri orang lain ketika pasanganmu berkata “pulang hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut…”? Apa rasanya terbangun di sisi orang lain ketika pasanganmu mengirimimu pesan “selamat pagi, jangan lupa sarapan ya, semangat kuliah…”??

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Rasa kurang bersyukur itu seperti ketika kamu membagi cintamu ke sana ke mari, di saat jomblo-jomblo hanya bisa merenungi nasib? Tapi tak apa, coba doakan dia bahagia, agar dia tak perlu lagi mengambil kebahagiaan orang dengan pergi bersama selingkuhan.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Pada akhirnya, bukan waktu yang akan menyembuhkan, tapi rasa ikhlas untuk melepaskan. Melepaskan semua yang pernah ada dan terjadi. Amarah dan rasa benci pasti datang, namun, biarkan kerelaan yang menang. Gapapa nangis, sebab itu adalah cara tersehat untuk melepaskan kemarahan. Gapapa dibilang anak kecil karena ngeblock semua medsos dan kontaknya, kalo itu emang bikin kamu tenang dan menjauhkan dia dari pikiranmu. Gapapa nggak mau ketemu, kalo itu bisa menghindari kamu dari nonjokkin dia dan ngejepret mulutnya. Jangan biarkan orang lain ngatur gimana kamu harus melewati patah hati kamu, toh kamu yang merasakan gimana sakit dan kecewanya. Mereka tau apa?

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Komitmen, kesetiaan, dan kepercayaan itu satu paket. Ketiganya bagaikan tiang yang menyangga suatu hubungan, hilang satu, runtuh. Itulah kenapa sebaiknya kamu menyelesaikan hubungan yang sudah dinodai perselingkuhan, sebab kamu tak bisa berteduh di rumah yang dinding-dindingnya telah runtuh.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Untuk siapapun yang diselingkuhi, saya nggak punya kata-kata lain untuk kamu selain sabar. Sabar melewati kemarahan dan kebencian yang setiap hari menghantui, sabar menjalani hari-hari penuh bayang-bayang kebrengsekan mereka, dan sabar menanti datangnya orang yang lebih pantas dan tepat. Jangan terburu-buru, biarkan lukamu sembuh dulu. Sebab ia yang tepat, pantas mendapatkan hatimu yang utuh.

Cinta itu dua hati, bukan tiga.

Untuk siapapun yang berselingkuh, saya hanya mendoakan semoga orang yang bikin kamu mengkhianati pasanganmu itu memang lebih baik, sebaik-baiknya orang. *btw kalo orang baik emang mau jadi selingkuhan?*
Semoga ia lebih peduli, lebih mau mendengarkan, lebih rajin mendoakan, lebih tak kenal lelah mendukung, lebih perhatian, lebih sering ngirimin makanan, lebih mau merawat ketika kamu sakit, lebih tulus tanpa tuntutan. Dan semoga, kamu tak perlu mengemis untuk kembali kepada yang telah kamu lukai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Elmahyra

 Dear Elmahyra Hai nak, how's there? Terlalu banyak kata yang pengin mami ceritain ke kamu nak, so here we go. mami akan mulai tulis apa yang selama ini mami pendam di kepala. rasanya sudah penuh dan harus segera di luapkan. I know, mami tau kamu sudah bahagia di surga sama eyang ti dan eyang kung. tapi, mami hanya mau mengenang semua tentang kamu lewat tulisan mami, because you're my beautiful angel. everyone in this world have to know that mami has a very beautiful baby like you my dear. no, mami gak ada nangis lagi kok. because you're already happy there my girl. ~ 25 April 2024 the very first time I know that I'm pregnant! yey ! mami sm papi hari itu seneng banget, after 4 years of waiting, here we come! we're pregnant ! jadi mami sm papi mulai program IVF (bayi tabung) dari January 2024. yah, we're started IVF. kita mulai untuk program di Penang Malaysia, setelah cek pertama I was diagnosed with PCOS then we started everything. dari mulai suntik hormon 1 mi...

Setidaknya sampai nafasku habis

Aku masih ingat bagaimana telapakmu  menepuk-nepuk lembut punggungku setiap malam Aku masih ingat bagaimana rasa cubitanmu saat aku nakal Atau bagaimana caramu mencoba menghapus tangis di pipiku Sebanyak apa pun coklat yang belepotan di wajahku, bagimu aku selalu putri yang paling cantik Sebanyak apa pun doa yang aku pinta, kau akan menukar segala yang kau punya hanya agar aku bahagia Tahukah mah, terus bisa mengingatnya bukanlah pekerjaan yang mudah Aku begitu takut waktu merenggut mereka semua dari ingatanku Aku begitu takut melupakanmu sedikit demi sedikit, karena aku bukan anak yang pandai Karena akan ada banyak hal lain terjadi, dan membuatku mulai kesulitan mengulang bagaimana suaramu terdengar di dalam kepala Aku tahu mah, bahwa tak pernah ada hal yang bisa selamanya ada Atau bisa selamanya terjadi Atau bisa selamanya diingat Tapi aku mau bisa selama mungkin mengingatmu—setidaknya sampai nafasku habis

Tentang Wanita

"Kamu lebih dari aku, aku khawatir" Awalnya sering melihat tulisan ini di timeline, entah itu Instagram atau Line. Sempat berpikir kenapa sih viral banget. Tulisannya kirta-kira seperti ini. Ngga ada tebu yang kedua kepalanya itu manis.  Kalau kamu memilih bersama dengan wanita karir yang bekerja, kamu perlu menerima bahwa ia tidak bisa di rumah membersihkan rumah. Kalau kamu memilih bersama dengan ibu rumah tangga yang menjaga dan merawat rumah, kamu perlu menerima bahwa ia tidak menghasilkan uang. Kalau kamu memilih bersama wanita penurut, kamu harus menerima bahwa ia bergantung padamu dan tidak mandiri. Kalau kamu memilih bersama wanita pemberani, kamu harus menerima bahwa ia keras kepala dan memiliki pemikiran sendiri. Kalau kamu memilih bersama wanita cantik, kamu harus menerima bahwa pengeluaran yang ia keluarkan juga banyak. Kalau kamu memilih bersama dengan wanita hebat, kamu harus menerima bahwa ia keras dan tak terkalahkan. Tidak ada wanita ...