Langsung ke konten utama

Monochrome Tale


"Mengingatmu menghidupkan ingatanku. Kenangan demi kenangan, sekelebat muncul tanpa izinku"

-

Kau adalah kenangan. Yang kucoba hindari. Namun selalu muncul tanpa permisi. Berkali-kali aku mengusirmu pergi. Namun percuma saja. Kau datang lagi, lagi dan lagi. Sayangnya itu bukan karena rintik hujan, sunyi, atau secangkir kopi, yang menjadi teman setia setelah kau pergi.

Kau adalah candu. Yang membuat rindu menjadi biru dan cinta menjadi api yang menggebu. wajarkah bila aku terbakar sendiri, sedangkan kau asik memungut abu?

Kau adalah hujan. Meski saat bersentuhan denganmu aku akan kebasahan, ragaku akan senantiasa kuyup dan bagiku itu masih belum cukup.

; Kau adalah segalanya, yang tak pernah kulupa. tetapi ku usahakan, melupa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah mencintaimu harus sesakit ini ??

 Tahukah kamu, bahwa mungkin aku adalah satu-satunya wanita yang masih bertahan ketika aku tahu bahwa cintaku telah kau khianati ? Tahukah kamu, bahwa mungkin aku adalah wanita yang rela tersakiti demi mempertahankan hubungan kita ?? Aku, aku adalah wanita yang rela menahan pedih ketika keegoisanmu muncul ,, Aku adalah wanita yang menerimamu apa adanya ,, Tahukah kamu ??? TAHUKAH KAMU ?????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku seakan-akan ingin berteriak dihadapan mu ! tolong sadar ! aku adalah wanita yang selalu mencintaimu dengan tulus, mencintai segala kekuranganmu ! Terkadang aku berfikir, kenapa aku bisa mencintaimu ??? seseorang yang jelas2 bukan termasuk dalam tipe pangeran idamanku, bukan hanya aku yang bertanya, bahkan semua orang bertanya kenapa aku bisa mencintaimu ?? dan aku hanya bisa menjawab " aku mencintaimu tanpa alasan", ya, aku mencintaimu tanpa alasan. pelampiasankah ?? TIDAK ! aku memang pernah mencintai seseorang sebelum kamu, dan aku memang ...

Samudera Penghujung Desember

Malam ini masih seperti malam yang sama dengan tahun-tahun lalu. Sudah lebih dari satu tahun dari terakhir kali kita bertemu, namun kenangan itu masih tak mampu bergeser dari ingatan ku. Segala cara telah ku lakukan agar bisa mengikhlaskan dan perlahan melupakan. Benar kata orang, “Ketika kau patah hati. Biarkan hati mu beristirahat, jangan mencoba membukanya untuk yang lain. Karna jika itu terjadi hanya ada dua kemungkinan : kamu terus membandingkan sosok baru dengan sosok lama, atau kamu akan mendapatkan patah hati ganda”. Dan aku mengalami hal yang pertama. Aku menjadi pembanding yang menyeramkan bahkan untuk diri ku sendiri. Padahal aku tahu, membandingkan adalah hal buruk, bahkan sangat hina menurut ku. Karna aku pun sangat benci dibanding-bandingkan. Ah iya, mungkin kamu bukanlah Samudera, melainkan Angin Topan. Karena kamu menerbangkan ku tinggi bahkan terlalu tinggi, dan saat itu pula kau menjatuhkan ku ke bumi. Di penghujung Desember ini, tak akan lagi...

The truth about someone who left

Mereka bilang, “Enak ya jadi pihak yang mutusin, gampang, gak perlu mohon-mohon buat mempertahanin hubungan.” Aku bisa bilang kalau apa yang mereka katakan itu salah. Menjadi pihak yang memutuskan untuk pergi itu tidak enak. Sama sekali. Jika ada yang bertanya, lalu mengapa dilakukan? Aku akan menjawab karena aku tidak ingin menyakitinya lebih lama lagi.  Lalu aku mendengar banyak orang yang menyesal karena mereka yang diputuskan duluan, mengeluh kenapa bukan mereka yang memutuskan lebih dulu. Aku benar-benar ingin berteriak kepada mereka bahwa sungguh, tidak enak memutuskan duluan. Mereka tidak mengerti kalau meninggalkan itu lebih susah daripada ditinggalkan. Sama saja sakitnya dengan ditinggalkan. Tapi tidak ada yang bertanya apakah aku baik-baik saja, karena orang yang memutuskan pergi harusnya tidak kenapa-kenapa, bukan? Mereka tidak tahu bahwa sulit sekali berpura-pura bahwa aku sudah tidak peduli saat aku mematahkan hati dan menghancurkan mimpi-mimpinya....